Thursday, April 20, 2006

Bekerja Keras vs. Malas/"Go with the flow"

Ada satu slogan unik yang masih terngiang-ngiang: "Lazyness drives all
progress in the world", alias "Kemalasan adalah penggerak segala
kemajuan di dunia ini."

Kedengarannya aneh ya? Mana mungkin sih kemalasan menjadi penggerak
segala kemajuan? Bukankah karena malas maka kita tidak melakukan apa-apa?

Ternyata argumennya begini (contoh): Ketika ada pekerjaan membawa
barang ke tempat jauh, tipikal tanggapan "pekerja keras" adalah
"Bagaimana pun susahnya, bagaimana pun berat dan jauhnya, saya akan
membawa barang ini berjalan kaki, karena saya bukan orang malas".
Sebaliknya seorang "pemalas" akan berkata "Males banget. Ogah kalau
harus jalan jauh bawa barang berat. Saya mau selonjoran aja dulu
sambil mikir". Si "pemalas" malah berbaring, dan semua orang di
sekitar dia akan memaki "Dasar pemalas!". Tapi yang tidak diketahui
banyak orang adalah dia sebenarnya berpikir dan akhirnya menemukan ide
membuat roda yang dapat membantu dia membawa barang berat ke tempat
jauh tanpa susah payah.

Jadi, banyak penemuan dan kemajuan di dunia ini bukan diciptakan oleh
pekerja keras, tapi oleh pemalas yang cerdik.

Mulai masuk akal sekarang kan?

Tapi saya pikir logika bekerja keras juga tidak sepenuhnya salah. Jadi
di mana titik temunya?

Baru saja saya mendapat ide: mungkin titik temunya adalah di waktu
atau proses.

Orang yang paling efektif adalah orang yang tidak sekedar bekerja
keras, tapi tidak juga malas membabi buta. Orang yang akan membuat
perubahan besar adalah mereka yang menyadari bahwa diperlukan
kombinasi benih ide (representasi "kemalasan"/effortlessness) dan
ketekunan (representasi tindakan/hardwork) dalam mewujudkan sesuatu.

Contoh yang mungkin paling mewakili adalah bagaimana "menciptakan"
pohon beringin besar yang indah yang bisa meneduhi banyak orang.
Sekali benih beringin ditanam, "kerja keras" dalam bentuk menyiram dan
memupuk sesering mungkin tidak akan membuat beringin itu lebih cepat
tumbuh. Sebaliknya, "kemalasan" dalam bentuk pengabaian terhadap
kebutuhan beringin juga akan membuat beringin itu mati. Ada proses
yang harus diikuti, ada rentang waktu yang perlu dilalui sebelum
beringin itu tumbuh sesuai harapan kita.

Mungkin begitu juga dengan bisnis atau karir. Sekali Anda memulai
bisnis, ada proses dan waktu yang harus dilalui sebelum bisnis itu
menjadi besar. Kerja keras sampai Anda menjadi workaholic atau
maniak-kerja tidak akan membuat bisnis Anda besar dalam waktu satu
atau dua tahun. Sebaliknya, kemalasan merawat bisnis juga pasti akan
mematikan bisnis Anda.

Wednesday, September 07, 2005

Steve Pavlina: The Courage to Live Consciously

Thanks to Steve Pavlina who has given me the permission to translate the article to Indonesian.

Anyone out there who happens to be fluent in English & Indonesian, feel free to suggest improvements. Thanks in advance.

From
StevePavlina.com
Copyright © 2005 by Steve Pavlina. All Rights Reserved.
Original article: The Courage to Live Consciously
Translated by Ferli D. Iskandar.


Keberanian untuk Hidup Penuh Kesadaran

Rasa aman itu sesungguhnya cuma khayalan. Tidak ada rasa aman di alam, juga tidak ada dalam pengalaman umat manusia. Menghindari bahaya pada akhirnya tidak lebih aman daripada langsung menghadapinya. Hidup adalah petualangan penuh keberanian, atau bukan apa-apa. Menantang perubahan dan bersikap sebagai jiwa bebas dalam gelombang nasib adalah kekuatan tak terkalahkan.
- Helen Keller

Dalam hidup sehari-hari, soal keberanian tidak mendapat banyak perhatian. Keberanian adalah suatu kualitas yang hanya diperlukan oleh para tentara, pemadam kebakaran, dan aktivis. Dewasa in, rasa aman adalah hal yang paling penting. Mungkin Anda pernah diajar untuk tidak bersikap terlalu gagah atau terlalu berani. Itu berbahaya. Jangan ambil resiko tak perlu. Jangan menarik perhatian di depan umum. Ikuti tradisi keluarga. Jangan bicara kepada orang asing. Awasilah orang-orang yang mencurigakan. Tetaplah aman.

Tetapi dampak samping dari penekanan berlebihan terhadap rasa aman pribadi dalam hidup adalah bahwa hal itu menjadikan Anda hidup secara reaktif. Alih-alih menetapkan tujuan-tujuan Anda, membuat rencana untuk mencapainya, dan mengejarnya dengan sepenuh hati, Anda malah bermain aman. Tetap bekerja dalam pekerjaan yang stabil, meski pun hal itu tidak memuaskan. Bertahan dalam hubungan mengecewakan, meski pun Anda merasa mati di dalam. Memangnya Anda siapa, berpikir untuk mengguncangkan sistem? Terima saja bagian hidup Anda, dan gunakanlah sebaik-baiknya. Ikuti arus, dan jangan mengguncangkan perahu. Satu-satunya harapan Anda adalah bahwa arus kehidupan akan menarik Anda ke arah yang menguntungkan.

Tentu saja dalam hidup ada bahaya nyata yang Anda perlu hindari. Tetapi ada perbedaan besar antara bersikap sembrono dan berani. Saya tidak sedang bicara tentang keberanian yang diperlukan untuk menyelamatkan seseorang dari gedung terbakar. Keberanian saya maksudkan sebagai kemampuan untuk mengalahkan bayangan ketakutan dan memperoleh kehidupan sangat berarti yang Anda sesungguhnya hindari. Takut gagal. Takut ditolak. Takut bangkrut. Takut hidup sendiri. Takut hinaan. Takut bicara di depan umum. Takut diasingkan oleh keluarga dan teman. Takut sakit secara fisik. Takut menyesal. Takut sukses.

Berapa banyak dari ketakutan di atas yang menghambat Anda? Akan bagaimanakah hidup Anda bila Anda tidak memiliki rasa takut sama sekali? Anda tetap memiliki kecerdasan dan akal sehat untuk menghindari bahaya, tapi tanpa merasakan emosi ketakutan, apakah Anda akan lebih mau mengambil resiko, terutama ketika kemungkinan terburuknya tidak akan melukai Anda sama sekali? Apakah Anda akan bicara lebih sering, bercakap dengan orang-orang tak dikenal, meminta lebih banyak penjualan, terlibat secara dalam di proyek ambisius yang selama ini Anda impikan? Bagaimana bila Anda bahkan belajar menikmati hal-hal yang sekarang ini Anda takuti? Perbedaan apa yang akan diakibatkan hal itu terhadap hidup Anda?

Pernahkan Anda meyakinkan diri sendiri bahwa Anda sesungguhnya tidak takut terhadap apa pun … bahwa selalu ada alasan kuat dan logis mengapa Anda tidak melakukan hal-hal tertentu? Adalah tidak sopan memperkenalkan diri kepada seseorang yang tidak Anda kenal. Anda jangan mencoba pidato di depan umum karena Anda tidak punya bahan untuk dibicarakan. Meminta promosi adalah tidak layak karena Anda seharusnya menunggu sampai masa penilaian berikutnya. Tetapi itu semua hanyalah pembenaran saja – coba pikirkan bagaimana hidup Anda berubah bila Anda secara percaya diri dan berani melakukan hal-hal di atas tanpa ketakutan sama sekali.

Apakah Keberanian Itu?

Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, tapi merupakan penilaian bahwa ada sesuatu yang lebih penting daripada rasa takut.
- Ambrose Redmoon

Keberanian adalah perlawanan terhadap rasa takut, penguasaan atas rasa takut – bukan tiadanya rasa takut.
- Mark Twain

Keberanan adalah ketakutan setengah mati untuk berangkat, tapi tetap melakukannya.
- John Wayne

Saya suka definisi-definisi keberanian di atas, di mana semuanya menyatakan bahwa keberanian adalah kemampuan untuk mengambil tindakan meski diliputi ketakutan. Kata courage (Ferli: keberanian, ketetapan hati, kemantapan sikap) berasal dari Bahasa Latin cor, yang berarti “hati”. Tetapi keberanian sejati lebih merupakan masalah intelek daripada perasaan. Bagian unik otak Anda (neokorteks) perlu bergulat mengambil alih kendali dari bagian otak limbik emosional yang biasanya ada di mamalia lain. Otak limbik Anda mengisyaratkan bahaya, tapi neokorteks Anda menyatakan bahwa bahaya itu tidak nyata, jadi Anda rasakan saja ketakutan itu namun tetap mengambil tindakan. Semakin Anda terbiasa bertindak walau diliputi ketakutan, menjadi semakin manusiawilah Anda. Semakin Anda tunduk pada rasa takut, semakin Anda hidup seperti mamalia lebih rendah. Jadi pertanyaan, “Anda ini manusia atau tikus?” adalah konsisten dengan ilmu syaraf manusia.

Orang-orang berani bisa saja takut, namun mereka tidak membiarkan ketakutan melumpuhkan mereka. Orang-orang yang kurang keberanian akan sering menyerah pada rasa takut, yang sesungguhnya berdampak jangka panjang semakin memperkuat ketakutan itu. Ketika Anda menghindari berhadapan dengan rasa takut dan lalu merasa lega bahwa Anda menyingkir darinya, hal ini memberikan suatu imbalan psikologis yang memperkuat perilaku menghindar seperti tikus. Anda secara harfiah mengkondisikan diri untuk menjadi penakut seperti tikus.


Perilaku menghindar seperti itu dalam jangka panjang akan menyebabkan kemandekan. Ketika Anda semakin tua, Anda memperkuat reaksi-reaksi takut itu sampai pada titik di mana Anda tidak bisa membayangkan Anda tegar di hadapan rasa takut. Anda mulai merasa terbiasa dengan rasa takut; rasa takut itu menjadi nyata bagi Anda. Anda menyelubungi diri dengan hidup yang terasing dari segala rasa takut: perkawinan stabil tapi tidak bahagia, pekerjaan yang tidak menantang Anda untuk mengambil resko, penghasilan yang membuat Anda tetap nyaman. Kemudian Anda memberi pembenaran pada perilaku Anda: Anda punya keluarga yang harus dihidupi dan tidak bisa mengambil resiko. Lima tahun ... sepuluh tahun ... duapuluh tahun berlalu, dan Anda menyadari bahwa hidup Anda belum berubah banyak. Anda mapan. Yang ada sekarang hanyalah menjalani sisa hidup dengan sikap puas dan akhirnya mencapai keselamatan dan keamanan total.

Tetapi ada sesuatu yang bekerja di belakang layar, bukan begitu? Ada suara kecil di belakang kepala Anda yang menyatakan bahwa ini bukanlah jenis kehidupan yang Anda ingin jalani. Suara itu menginginkan lebih banyak, jauh lebih banyak. Suara itu ingin Anda menjadi jauh lebih kaya, memiliki hubungan yang luarbiasa, untuk memiliki tubuh dengan kondisi fisik puncak, untuk belajar ketrampilan baru, untuk berkeliling dunia, untuk memiliki banyak teman yang hebat, untuk menolong orang yang butuh, untuk membuat perbedaan bermakna. Suara itu menyatakan bahwa mapan di pekerjaan menjual barang-barang kecil di sisa hidup Anda tidak akan berarti. Suara itu tidak senang pada Anda ketika Anda menangkap bayangan perut gendut di cermin atau kehabisan napas ketika menaiki tangga. Suara itu memancarkan kekecewaan ketika melihat apa yang terjadi pada keluarga Anda. Suara itu menyatakan bahwa penyebab Anda kesulitan memotivasi diri adalah karena Anda tidak melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan dengan hidup ... karena Anda takut. Dan jika Anda menolak mendengarkan, suara itu akan tetap di sana, terus-menerus mengritik Anda atas hasil-hasil payah yang Anda peroleh, sampai Anda meninggal, penuh rasa sesal atas apa yang seharusnya bisa terjadi.

Jadi bagaimana cara Anda menanggapi suara keras-kepala yang tidak mau diam ini? Apa yang akan Anda lakukan ketika dihadapkan pada naluri bahwa ada sesuatu yang salah dalam hidup Anda? Apa cara favorit Anda untuk membuatnya diam? Mungkin Anda menenggelamkannya dengan menonton TV, mendengarkan radio, bekerja keras di pekerjaan yang tidak memuaskan, atau meminum alkohol dan kafein dan gula.

Tetapi setiap kali Anda lakukan itu, Anda menurunkan tingkat kesadaran Anda. Anda tenggelam lebih dekat dengan binatang naluriah dan menjauh dari proses menjadi manusia berkesadaran penuh. Anda beraksi terhadap hidup dan bukannya secara proaktif mengejar tujuan-tujuan Anda. Anda jatuh pada kondisi ketidakberdayaan, di mana Anda mulai percaya bahwa tujuan-tujuan Anda tidak lagi mungkin dapat dicapai. Anda menjadi semakin mirip tikus, bahkan mencoba meyakinkan diri bahwa hidup sebagai tikus mungkin tidak buruk juga, karena setiap orang di sekitar Anda kelihatannya OK dengan hal itu. Anda kelilingi diri dengan rekan-rekan tikus, dan pada kesempatan langka di mana Anda bertemu manusia berkesadaran penuh, Anda ngeri setengah mati mengingat betapa banyak keberanian Anda yang telah hilang.

Tingkatkan Kesadaran Anda

Hidup seseorang mengerut atau mengembang sesuai dengan keberaniannya.
- Anais Nin

Keberanian adalah harga yang harus dibayar kepada Hidup untuk hadiah kedamaian.
- Amelia Earhart

Anda memperoleh kekuatan, keberanian, dan kepercayaandiri melalui setiap pengalaman di mana Anda sungguh-sungguh berhenti dan menatap wajah ketakutan. Anda mampu mengatakan pada diri sendiri, “Saya telah menjalani masa horor seperti ini. Saya bisa menghadapi hal berikutnya yang terjadi.” Anda harus melakukan hal yang Anda pikir tidak bisa Anda lakukan.
- Eleanor Roosevelt

Jalan keluar dari lingkaran setan ini adalah dengan mengerahkan keberanian Anda dan berhadapan dengan suara dalam diri Anda. Cari tempat di mana anda bisa sendirian dengan pena dan kertas (atau komputer dan papanketiknya). Dengarkan suara itu, dan hadapilah apa yang hendak dikatakannya, tidak perduli betapa beratnya untuk didengar. (Suara adalah suatu abstraksi – Anda mungkin tidak mendengar kata-kata sama sekali namun mungkin Anda melihat apa yang harus Anda lakukan atau merasakannya secara emosional.) Suara ini mungkin mengatakan pada Anda bahwa pernikahan Anda telah mati sepuluh tahun ini, dan Anda menolak menghadapinya karena Anda takut perceraian. Suara itu mungkin mengatakan bahwa jika Anda memulai bisnis sendiri, Anda mungkin akan gagal, dan karena itulah Anda bertahan di pekerjaan yang tidak menantang Anda untuk tumbuh. Suara itu mungkin mengatakan pada Anda bahwa Anda telah menyerah dalam usaha menurunkan berat badan karena Anda telah gagal berkali-kali, dan bahwa Anda memang ketagihan makanan. Suara itu mungkin mengatakan pada Anda bahwa teman-teman berkumpul Anda sekarang tidak sesuai dengan orang yang seperti apa Anda ingin menjadi, dan bahwa Anda perlu meninggalkan kelompok itu dan membangun kelompok baru. Suara itu mungkin mengatakan bahwa Anda selalu ingin menjadi aktor atau penulis, tapi Anda bertahan dengan pekerjaan menjual karena sepertinya itu aman. Suara itu mungkin mengatakan pada Anda bahwa Anda selalu ingin menolong mereka yang membutuhkan, tapi Anda tidak melakukannya. Suara itu mungkin menyatakan bahwa Anda menyia-nyiakan bakat-bakat Anda.

Cobalah apakah Anda dapat menyingkat suara itu menjadi satu atau dua kata. Apa yang ia katakan? Tinggalkan. Keluar. Bicara. Menulis. Menari. Berakting. Berlatih. Menjual. Ganti. Pergi. Lepas. Tanya. Belajar. Maafkan. Apapun yang Anda dapat, tuliskan. Mungkin Anda bahkan memiliki beberapa kata untuk setiap aspek hidup anda.

Kini Anda telah mengambil langkah berat mengakui secara sadar bahwa inilah yang Anda inginkan. Tidak masalah jika Anda pikir hal itu belum mungkin bagi Anda.Tidak masalah jika anda tidak tahu bagamana mencapainya. Tetapi jangan sangkal bahwa Anda menginginkannya. Anda menurunkan tingkat kesadaran Anda ketika melakukan hal itu. Ketika Anda memandang tubuh gemuk Anda, akuilah bahwa Anda sungguh-sungguh ingin fit dan sehat. Ketika Anda menyalakan rokok, jangan sangkal bahwa Anda ingin berhenti merokok. Ketika anda bertemu pasangan potensial impian Anda, jangan sangkal bahwa Anda ingin memiliki hubungan dengan orang itu. Ketika Anda bertemu orang yang sepertinya dalam kedamaian total dengan dirinya sendiri, jangan sangkal bahwa Anda sangat ingin mencapai tingkat ketenangan seperti itu. Keluarlah dari penyangkalan. Pindahlah ke tempat di mana Anda mengakui, “Saya sangat ingin hal itu, tapi sekarang ini saya tidak memiliki kemampuan mencapainya.” Sangat tidak masalah untuk menginginkan sesuatu yang sekarang ini Anda tidak tahu cara mencapainya. Dan Anda hampir pasti keliru ketika menyimpulkan bahwa Anda tidak mungkin mencapainya. Tetapi pertama-tama, berhentilah membohongi diri sendiri dan berpura-pura bahwa Anda tidak menginginkannya.

Beralihlah dari Ketakutan Menuju Tindakan, Bahkan bila Anda Tahu akan Gagal

Ketika seorang anak muda yang berketetapan hati menantang dunia, dan dengan berani menjatuhkannya, ia seringkali terkejut bahwa ternyata dunia hanya menakut-nakuti petualang yang gampang takut.
- Ralph Waldo Emerson

Kebanyakan hambatan akan mencair jika, alih-alih takut di depan hambatan-hambatan itu, kita berketetapan hati untuk melaluinya dengan berani.
- Orison Swett Marden

Keberanian dan ketekunan memiliki jimat magis, yang di depannya kesulitan menghilang dan hambatan menguap di udara.
- John Quincy Adams

Setelah Anda mengakui hal-hal yang Anda takut hadapi, apa yang Anda rasakan? Mungkin Anda masih merasa lumpuh untuk bertindak. Tidak masalah. Memang berkonfrontasi langsung melawan ketakutan dapat sangat efektif, tapi hal itu mungkin membutuhkan lebih banyak keberanian daripada yang bisa Anda kerahkan saat ini.

Hal terpenting yang saya ingin Anda catat dari artikel ini adalah bahwa keberanian sejati adalah keterampilan mental, bukan emosional. Secara ilmu syaraf itu berarti menggunakan bagian neokorteks pikiran dari otak untuk mengatasi dorongan-dorongan emosional bagian limbik. Dengan kata lain, Anda menggunakan kecerdasan, logika, dan kehendak bebas manusiawi Anda untuk mengatasi keterbatasan yang Anda warisi sebagai mamalia beremosi.

Mungkin hal ini sudah masuk akal buat Anda, tapi mengatakannya jauh lebih mudah daripada melakukannya. Mungkin Anda secara logika tahu bahwa tidak ada bahaya nyata bila Anda berdiri di panggung dan berbicara di depan 1000 orang, tapi rasa takut Anda tetap saja muncul, dan bayangan ancaman itu mencegah Anda berpartisipasi secara sukarela untuk itu. Atau Anda mungkin sedang berada dalam pekerjaan yang buntu, tapi Anda sepertinya tidak mampu mengucapkan kata, “Saya keluar.”

Keberanian, meski demikian, tidak mengharuskan pengambilan langkah drastis dalam situasi-situasi seperti ini. Keberanian adalah keterampilan mental yang dapat dipelajari, seperti halnya latihan angkat berat memperkuat otot-otot Anda. Anda tidak akan pergi ke gym untuk pertama kali dan mencoba mengangkat 100 kg sekaligus, jadi jangan berpikir bahwa untuk berani Anda harus menangani ketakutan yang paling melumpuhkan saat ini juga.

Ada dua metoda yang saya sarankan untuk membangun keberanian. Pendekatan pertama mirip dengan latihan angkat berat bertahap. Mulailah dengan beban yang dapat diangkat tapi masih menantang buat Anda, kemudian secara perlahan semakin berat dengan semakin kuatnya Anda. Jadi atasi ketakutan terkecil dahulu, kemudian secara perlahan latihlah untuk ketakutan yang semakin besar. Melatih diri untuk mengangkat 100 kg tidak terlalu sukar bila Anda sudah mengangkat beban 90 kg. Berbicara di depan 1000 orang tidak terlalu menakutkan bila Anda sudah bisa berbicara di depan 900 orang.

Jadi ambillah selembar kertas, dan tulislah salah satu ketakutan yang ingin Anda atasi. Lalu tulislah sepuluh variasi ketakutan itu, dengan nomor satu yang paling sedikit menakutkan dan nomor sepuluh yang paling menakutkan. Inilah hirarki ketakutan Anda. Misal, bila Anda takut mengajak seseorang kencan, maka nomor satu dalam daftar Anda adalah pergi ke tempat umum dan tersenyum pada seseorang yang Anda nilai menarik (ketakutan sangat kecil). Nomor dua mungkin adalah tersenyum kepada sepuluh orang asing menarik dalam satu hari. Nomor sepuluh adalah mengajak kencan seseorang yang ideal bagi Anda di depan semua teman-teman Anda, ketika Anda yakin bahwa Anda akan ditolak dan setiap orang di ruangan akan menertawakan Anda (ketakutan ekstrim). Sekarang, mulailah dengan menetapkan tujuan untuk mengatasi nomor satu dari daftar. Ketika Anda berhasil (dan keberhasilan dalam hal ini artinya adalah bertindak, tidak peduli akibatnya), maka beralihlah ke nomor dua, dan seterusnya, sampai Anda siap untuk menghadapi ketakutan nomor sepuluh atau Anda tidak lagi merasa ketakutan itu membatasi Anda. Mungkin Anda perlu mengubah daftar itu untuk membuatnya dapat dilakukan secara nyata. Dan jika Anda merasa langkah berikutnya terlalu berat, maka pecahlah langkah itu menjadi beberapa langkah lagi. Bila Anda dapat mengangkat 90 kg tapi tidak 100 kg, maka cobalah 95 atau bahkan 91. Ikuti proses ini secara amat bertahap sesuai kebutuhan, sedemikian sehingga langkah berikutnya hanyalah tantangan kecil buat Anda di mana Anda cukup yakin dapat mengatasnya. Dan jangan sungkan untuk mengulang suatu langkah beberapa kali bila Anda merasa itu akan membantu Anda bersiap-siap untuk langkah berikutnya. Atur langkah Anda.

Dengan mengikti proses latihan bertahap ini, Anda mencapai dua hal. Anda akan berhenti memperkuat tanggapan takut/menghindar yang biasa dilakukan di masa lalu. Dan Anda mengkondisikan diri sendiri untuk bertindak lebih berani dalam situasi mendatang. Jadi perasaan ketakutan akan menghilang pada saat yang sama ketika ekspresi keberanian mulai tumbuh. Secara ilmu syaraf Anda sedang memperlemah kendali limbik terhadap tindakan Anda sementara memperkuat kendali neokorteks, perlahan beralih dari perilaku hewaniyah tak-sadar menuju perilaku manusiawi sadar.

Pendekatan kedua untuk membangun keberanian adalah dengan memperoleh pengetahuan dan keterampilan tambahan dalam hal yang Anda takuti. Berkonfrontasi dengan ketakutan secara frontal memang bisa berguna, tapi bila ketakutan Anda lebih disebabkan oleh ketidaktahuan dan kekurangan keterampilan, maka biasanya Anda dapat mengurangi atau menghilangkan ketakutan dengan informasi dan pelatihan. Misalnya, bila Anda takut untuk keluar pekerjaan dan memulai bisnis Anda sendiri, meski Anda sepenuhnya ingin berbisnis, maka mulailah membaca buku dan mengambil kursus tentang bagaimana cara memulai bisnis. Sempatkanlah ke perpustakaan untuk membaca, atau carilah informasi online. Bergabunglah dengan Kamar Dagang dan Industri lokal dan organisasi dagang relevan lain di bidang Anda. Hadirilah konferensi. Bangunlah koneksi. Daftarkan bantuan dari para mentor. Kembangkan keterampilan Anda sampai titik di mana Anda merasa percaya diri bahwa Anda akan sukses, dan pengetahuan ini akan membuat Anda bertindak lebih gagah dan berani ketika Anda siap. Metoda ini khususnya efektif ketika sebagian besar ketakutan Anda berasal dari ketidaktahuan. Seringkali dengan hanya membaca satu atau dua buku sudah cukup untuk mengenyahkan ketakutan dan membuat Anda mampu bertindak.

Kedua metoda ini adalah favorit pribadi saya, tapi ada banyak cara lain untuk mengkondisikan diri mengatasi ketakutan, termasuk neuro-linguistic programming, implosion therapy, systematic desensitization, dan self-confrontation. Anda bisa melakukan riset online melalui search engine untuk mempelajari metoda-metoda itu dan menambah jumlah alat-bantu penghilang-rasa-takut. Kebanyakan metoda itu dapat dilakukan sendiri (terkecuali implosion therapy).

Proses persisnya yang Anda gunakan untuk membangun keberanian tidaklah penting. Yang penting adalah bahwa Anda secara sadar melakukannya. Seperti halnya otot-otot Anda akan melemah bila tidak secara teratur mengolahragakannya, keberanian Anda juga akan lemah bila tidak secara konsisten menantang diri untuk menghadapi ketakutan Anda. Ketiadaan pengkondisian sadar seperti ini akan otomatis membuat Anda lemah fisik dan pikiran. Bila Anda tidak secara teratur melatih keberanian Anda, maka Anda dengan demikian sedang memperkuat ketakutan Anda; tidak ada ruang tengah. Seperti halnya otot-otot Anda melemah karena jarang digunakan, begitu juga keberanian Anda secara otomatis melemah akibat ketiadaan pengkondisian secara sadar.

Yang barusan itu kelihatannya suram, jadi berikut inilah cara positif untuk memandangnya. Angkat berat mungkin merupakan beban fisik, tapi ada alat-bantu yang bisa membangun otot kuat. Anda tidak akan melihat dambel 20 kg dan berkatan, “Mengapa kau begitu berat?” Dambel adalah dambel. Berat adalah pikiran Anda, bukan sifat intrinsik dambel itu sendiri. Begitu juga, jangan melihat hal yang Anda takuti sambil berkata, “Mengapa kau begitu menakutkan?” Ketakutan adalah reaksi Anda, bukan sifat dari objek yang Anda takuti.

Ketakutan bukanlah musuh Anda. Ketakutan adalah kompas yang menunjukkan area di mana Anda perlu tumbuh. Jadi bila Anda menemukan ketakutan dalam diri, rayakanlah hal itu sebagai peluang untuk tumbuh, seperti halnya Anda merayakan pencapaian tertinggi dalam latihan kekuatan fisik.

Menangkap Bayangan Kebesaran Anda Sendiri

Setiap orang memiliki bakat. Yang jarang adalah keberanian untuk mengikuti bakat itu ke tempat gelap yang ditujunya.
- Erica Jong

Keberanian tertinggi adalah berani untuk tampil apa adanya.
- John Lancaster Spalding

Apapun yang Anda lakukan, Anda perlu keberanian. Apapun keputusan yang diambil, akan selalu ada seseorang yang bilang Anda keliru. Selalu ada kesulitan yang muncul menggoda Anda bahwa pencela Anda benar. Untuk merencanakan tindakan dan mengikutinya sampai selesai membutuhkan keberanian yang sama dengan yang dibutuhkan para ksatria. Kedamaian bisa berjaya, namun hal itu butuh para pria dan wanita berani untuk mewujudkannya.
- Ralph Waldo Emerson

Jadi apa yang akan Anda lakukan dengan keberanian yang baru Anda bangun? Akan ke mana ia menuntun Anda? Jawabannya adalah ia akan menuntun Anda pada hidup yang jauh lebih memuaskan dan bermakna. Anda akan sungguh-sungguh hidup sebagai manusia berani dan bukannya tikus ketakutan. Anda akan menyingkap dan mengembangkan bakat-bakat terbesar Anda. Anda akan hidup jauh lebih sadar dan penuh tujuan daripada sebelumnya. Alih-alih bereaksi terhadap kejadian, Anda akan mulai secara proaktif membentuk kejadian-kejadian sendiri.

Keberanian adalah sesuatu yang hanya Anda bisa mengalaminya sendiri. Keberanian adalah kemenangan pribadi, bukan kemenangan publik. Mengerahkan keberanian untuk mendengarkan hasrat-hasrat terdalam Anda bukanlah kegiatan kelompok dan bukan hasil dari penyamaan pendapat bersama orang lain. Kahlil Gibran menulis dalam The Prophet, “Visi seseorang tidak meminjamkan sayapnya kepada orang lain.” Tujuan keberadaan Anda harus Anda temukan sendiri. Tidak ada orang lain yang memiliki pengalaman persis seperti Anda, dan tidak ada seorang pun yang berpikir sama persis seperti Anda.

Di pihak lain, hal ini adalah suatu bentuk kesadaran yang sepi. Baik Anda hidup sendiri atau menikmati keakraban terdalam dengan mitra tercinta, jauh di lubuh hati Anda harus menghadapi kenyataan bahwa hidup Anda adalah milik Anda sendiri untk dijalani. Anda bisa memilih untuk secara sementara menyerahkan kendali hidup kepada orang lain, mungkin perusahaan, pasangan, atau tekanan-tekanan hidup sehari-hari, tapi Anda tidak dapat membuang tanggungjawab pribadi untuk hasilnya. Baik Anda menerapkan kendali sadar terhadap diri atau pun sekedar bereaksi terhadap kejadian yang menimpa, Anda dan hanya Anda sendirilah yang harus menanggung akibatnya.

Jika Anda berkomitmen untuk mengikuti jalan keberanian, pada akhirnya Anda akan dipaksa menghadapi hal yang mungkin merupakan ketakutan terbesar Anda – bahwa Anda jauh lebih mampu dan kuat dibandingkan yang Anda sadari, bahwa potensi Anda jauh lebih besar daripada yang pernah Anda alami, dan bersama dengan kekuatan ini juga ada tanggungjawab besar. Anda mungkin tidak bisa mengatasi seluruh tragedi planet ini, tapi jika Anda berkomitmen 100% untuk memenuhi potensi sejati Anda, Anda dapat secara signifikan mempengaruhi kehidupan banyak orang, dan bahwa pengaruh itu akan berlanjut ke generasi-generasi masa depan.

Apa perbedaan antara Anda dan mereka tokoh-tokoh legendaris yang telah melakukan hal-hal besar? Anda sama-sama memiliki ketakutan. Anda sama-sama dilahirkan dengan bakat di satu bidang dan kelemahan di bidang lain. Hal yang menghentikan Anda adalah ketakutan, dan hal yang membuat Anda maju adalah keberanian. Apa yang Anda lakukan dengan hidup Anda tidak tergantung pada orangtua Anda, atasan Anda, atau pasangan Anda. Hal itu tergantung sepenuhnya pada diri Anda sendiri.

Menangkap bayangan kebesaran Anda sendiri dapat menjadi pengalaman yang paling meresahkan. Dan lebih meresahkan lagi adalah kesadaran betapa besarnya tantangan yang menanti bila Anda menerimanya. Hidup penuh kesadaran bukanlah jalan yang mudah, tapi hal itu merupakan pengalaman manusia yang unik, dan itu membutuhkan komitmen untuk membiarkan pergi tikus dalam diri Anda. Mengejar mimpi terbesar dan paling ambisius dan mengalami kegagalan dan kecewaan, mendorong keterbatasan manusiawi Anda dan bukannya hidup bersama bantalan empuk potensi – ketakutan-ketakutan ini sangat jamak dalam diri kita.
Beberapa kali pertama Anda berhadapan dengan ketakutan seperti itu, Anda mungkin mundur kepada keamanan khayalan hidup sebagai seekor tikus. Tetapi bila Anda tetap melatih keberanian Anda, Anda pada akhirnya matang pada titik di mana Anda dapat menerima tantangan dan tanggungjawab hidup sebagai seorang manusia yang penuh kesadaran. Terus-menerus hidup sebagai tikus tidak lagi menarik bagi Anda. Anda akan mengakui dalam masa jeda keberadaan Anda, Saya telah terbangun dan menemukan potensi sangat besar dalam diri saya, dan saya menerima apa yang dipersyaratkan olehnya. Apapun harganya, apapun pengorbanan yang harus dberikan untuk mengikuti jalan ini, tunjukkan. Saya siap. Meski pun Anda akan tetap mengalami rasa takut, Anda akan mengenalinya sebagai ilusi, dan Anda akan tahu cara menggunakan keberanian manusiawi Anda untuk mengalahkannya, sehingga ketakutan itu tidak lagi memiliki kekuasaan untuk menghentikan Anda.

Rengkuhlah Petualangan Penuh Keberanian

Sebelum Anda berangkat di suatu jalan, tanyakan, apakah jalan ini punya hati? Jika jawabannya tidak, Anda akan tahu itu dan Anda harus memilih jalan lain. Masalahnya, tidak ada orang yang bertanya. Dan ketika seseorang akhirnya menyadari bahwa ia telah mengambil jalan tanpa hati, jalan itu sudah siap membunuhnya.
- Carlos Castaneda

Semakin dalam derita itu mengukir keberadaanmu, semakin besar kebahagiaan yang bisa kau tampung. Bukankah cangkir yang menampung anggurmu adalah cangkir yang terbakar di oven pembuat keramik? Dan bukankah seruling yang menenangkan jiwamu tidak lain adalah kayu yang dilubangi oleh pisau?
- Kahlil Gibran

Tidak bertindak melahirkan keraguan dan ketakutan. Tindakan melahirkan kepercayaan diri dan keberanian. Jika Anda ingin menaklukkan ketakutan, jangan duduk di rumah dan berpikir tentangnya. Keluarlah dan sibuklah.
- Dale Carnegie

Ketika Anda mengembangkan rasa tujuan sejati dalam hidup, Anda mungkin mulai merasakan keterpisahan menggelisahkan antara situasi hidup sekarang dan situasi yang hendak Anda tuju. Kedua dunia ini mungkin tampak begitu berbeda sehingga Anda tidak dapat melihat bagaimana cara menjembatani keduanya. Bagaimana bisa menyeimbangkan keharusan nyata untuk mengurus kewajiban tiga-dimensi Anda seperti mencari uang untuk membayar tagihan dan pajak, menyenangkan atasan, menghidupi keluarga, dan membina hubungan sosial dengan orang-orang yang bahkan tidak tahu apa yang Anda alami versus visi baru diri Anda yang sungguh ingin Anda capai. Sejumlah ketakutan baru mungkin muncul berkaitan dengan pergeseran yang tampaknya mustahil ini. Bagaimana Anda bisa menghidupi diri sendiri? Apa yang akan terjadi dengan hubungan-hubungan Anda? Apakah Anda sedang menipu diri?

Saran terbaik yang bisa saya berikan di sini adalah untuk melupakan saja ide tentang membangun sebuah jembatan. Berkonsentrasilah pada memulai proses secara tersendiri untuk mewujudkan visi baru Anda dari kertas kosong, seolah hal itu adalah jalur terpisah dalam hidup Anda. Jika ini menimblkan ketidakharmonisan sementara dalam hidup Anda, tetap lakukanlah. Misalnya, sekarang ini Anda bekerja sebagai pengacara perceraian, tapi keberanian Anda menyatakan bahwa Anda pada akhirnya harus meninggalkan pekerjaan itu. Anda berkeinginan secara bergairah mengajari pasangan bagaimana cara menyembuhkan hubungan yang rusak. Tetapi Anda bahkan tidak dapat membayangkan sebagai seorang pengacara perceraian mencoba bicara mengenai hubungan sehat, dan di atas masalah itu, Anda tidak dapat melihat bagaimana cara memperoleh penghasilan cukup dari karir baru ini, sedikitnya tidak cepat. Ada kesenjangan yang terlalu besar antara visi baru ini dan kenyataan yang ada. Mulailah membangun visi baru anda dari awal dalam waktu apa pun yang Anda punya, bahkan jika itu hanya satu atau dua jam per minggu. Tetaplah melakukan pekerjaan biasa sebagai pengacara, namun di waktu luang, mulailah menulis secara anonim dalam forum-forum online untuk memberi saran kepada pasangan tentang bagaimana menyembuhkan hubungan mereka. Gunakanlah keterampilan pidato sebagai pengacara untuk mulai berbicara di depan kelompok kecil tentang menyembuhkan hubungan. Anda tidak perlu menyembunyikan fakta bahwa Anda seorang pengacara, tapi jangan kuatir tentang menjembatani kedua dunia ini. Hiduplah dalam paradoks. Mulailah membangun Anda yang baru, dan biarkan Anda yang lama berjalan bersama untuk sementara.

Apa yang terjadi adalah Anda akan mengembangkan keterampilan dalam bidang baru, dan akhirnya Anda akan mampu menghidupi diri sendiri dari hal itu, meski di awal Anda tidak tahu bagaimana caranya. Anda sekarang mungkin tidak dapat melihat bagaimana caranya menghidupi diri dalam visi Anda yang baru, dan itu tidak masalah. Tetaplah mulai, lakukan itu secara gratis, tanpa peduli bagaimana cara mengubahnya menjadi karir penuh-waktu yang baru. Bersabarlah menunggu kejelasan; pada akhirnya Anda akan temukan cara. Lalu ketika waktunya tiba, Anda akan mampu secara damai melepaskan karir lama dan mengkonsentrasikan seluruh energi untuk karir baru. Pada satu titik Anda akan mampu berkomitmen pada diri Anda yang baru. Gairah Anda pada pekerjaan baru itu pada gilirannya akan mengalahkan ketakutan Anda untk melepaskan sumber kestabilan Anda yang lama. Jadi bukannya mencoba mentransformasi karir lama Anda menjadi karir baru, mulailah dengan membangun karir baru, dan biarkan karir lama perlahan memudar. Bahkan jika Anda cuma bisa meluangkan waktu satu jam seminggu dalam usaha baru ini, kemungkinan Anda akan menemukan bahwa satu jam ini lebih memuaskan daripada seluruh jam-jam lain, dan gairah itu akan mendorong Anda untuk secara perlahan menumbuhkan keberadannya sampai hal itu mengisi sebagian besar hari-hari Anda. Hal terpenting adalah memulai sekarang dengan memperkenalkan visi baru mengenai diri Anda dalam kehidupan keseharian, meski Anda cuma bisa memulainya dengan perlahan.

Betapa pun sukar tampaknya, buatlah pilihan untuk hidup berkesadaran. Jangan menyerah pada wilayah setengah-sadar dari suatu cara berpikir penuh rasa takut, memenuhi hidup hanya dengan gangguan-gangguan kecil untuk menghindari apa yang Anda rasakan dalam ruang-ruang hening di antara pikiran-pikiran Anda. Wujudkanlah bakat manusiawi Anda untuk berani dan secara perlahan bangunlah kekuatan untuk menghadapi ketakutan terdalam dan tergelap Anda untuk hidup sebagai diri sejati yang kuat, atau akuilah bahwa ketakutan Anda terlalu besar buat Anda, dan rengkuhlah hidup sebagai tikut. Tetapi buatlah pilihan ini secara sadar dan dengan keinsafan penuh atas akibatnya. Jika Anda akan membiarkan ketakutan memenangkan pertempuran dalam hidup Anda, maka nyatakanlah ia sebagai pemenang, dan menyerahlah. Jika Anda menghidari hidup penuh kesadaran dan keberanian, maka hal itu sama dengan menyerahkan hidup itu sendiri, di mana keberadaan Anda tidak lebih dari suatu masa menunggu sebelum kematian fisik – hampa, alih-alih petualangan penuh keberanian.

Jangan mati tanpa merengkuh petualangan penuh keberanian hidup sesungguhnya. Anda mungkin bangkrut. Anda mungkin mengalami kegagalan dan penolakan berkali-kali. Anda mungkin harus menderita dalam berbagai hubungan disfungsional. Tetapi itu semua adalah tandajarak di sepanjang jalur sebuah kehidupan yang berani. Itu semua adalah kemenangan pribadi Anda, mengukir suatu ruang dalam diri untuk diisi dengan keberlimpahan keriangan, kebahagian, dan keterpenuhan. Jadi pergilah dan rasakan ketakutan – lalu kerahkan keberanian untuk tetap mengikuti mimpi-mimpi Anda. Itulah kekuatan tak terkalahkan.

StevePavlina.com - Personal Development for Smart People

Great site on personal development.

www.StevePavlina.com

I'm in the process of translating one of his first & greatest article: "The Courage to Live Consciously". I've also sent him a permission request to post the translation in this blog.

Stay tuned.

Sunday, September 04, 2005

Mimpi Sadar

Mumpung kejadiannya belum lama, dan ingatan tentang itu masih cukup jelas.

Beberapa hari lalu, saya bermimpi.

SWGTL?

Bukan sekedar mimpi, tapi mimpi di mana saya sadar bahwa saya sedang bermimpi.

Saya ingat, di awal mimpi saya tahu posisi tidur saya, dan saya tahu bahwa saat itu saya sedang mulai bermimpi. “Wah, mungkin saya bisa bermimpi jalan-jalan nih”, pikir saya waktu itu.

Dan sekejap kemudian saya sedang berada di kursi depan sebuah mobil, di samping seorang supir (siapa, saya tidak tahu, dan tidak peduli saat itu). Namun, melihat pemandangan ke depan, seperti melihat hal-hal yang benar-benar nyata. Di depan mobil terlihat dengan jelas benda-benda seperti jalan raya, mobil-mobil, rumah-rumah, orang-orang. Satu hal saja yang beda: saya bisa melihat warna-warna dunia di depan saya sesuai keinginan saya saat itu. Ketika saya berkeinginan melihat semuanya dalam warna merah, saat itu juga pemandangan berubah merah. Ketika saya ingin hijau, maka semuanya hijau. Pikir saya saat itu: “Oh, mungkin seperti ini juga lah kehidupan nyata itu, segala yang tampak di depan kita sesungguhnya adalah fungsi dari persepsi kita sendiri. Ketika persepsi berubah, maka dunia kita juga berubah.”

Such a wisdom yak ;-).

Karena saya tahu saya sedang bermimpi, dan mampu melakukan apa pun, saya memutuskan untuk ...

TERBANG.

Maka saya minta supir berhenti. Saya buka pintu mobil dan menjejakkan kaki di tanah.

Wow, it really felt like I touched the very ground beneath my feet.

Saya berdiri, ternyata di bawah sebatang pohon rindang. Dan saya mulai ancang-ancang untuk terbang. Saya mengacungkan kedua belah tangan ke atas ala Superman.

Dan, here I go … pelan-pelan tubuh saya terangkat. Namun saya kurang perhitungan: di atas saya banyak ranting dan daun pohon. Maka … keresek-keresek, sret-sret, kulit saya tergores-gores ranting pohon. Perih mak.

Tapi tetep asyik.

Saya mulai terbang …

Namun, belum lama lepas dari jeratan ranting-ranting pohon, saya mendengar suara "glep-glep-glep" lirih, mirip suara gelembung udara di air, seperti orang yang mengeluarkan nafas di air …

Otak saya menduga-duga.

Wah, saya kan sedang tidur, dan sedang bermimpi terbang. Jangan-jangan sekarang ini saya sedang berjalan-jalan dalam tidur alias sleepwalking, dan somehow masuk kamar mandi dan nyungsep di bak mandi. “Wuah, gawat, bisa mati konyol gue,” pikir saya saat itu.

Wah, saya harus bangun! Saya harus bangun!

Dan terbangunlah saya. Sialnya (tepatnya: untungnya), ternyata saya tidak sedang nyungsep di bak mandi, saya masih tetap dalam posisi tidur yang sama sebelum bermimpi.

Bengong.

Sayang sekali, saya belum sempat menikmati pengalaman terbang yang cukup lama sambil tetap sadar bahwa saya sedang bermimpi (saya sebelumnya juga pernah beberapa kali bermimpi terbang, tapi dalam kondisi tidak sadar bahwa saya bermimpi sehingga tidak bisa mengendalikan mimpi itu).

Kapan lagi saya bisa mengendalikan mimpi saya sendiri dan melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan dalam kehidupan nyata?

Kapan lagi yak?

Saya akan riset di Internet untuk mencari tahu, apa persisnya fenomena yang saya alami, dan lebih penting lagi, bagaimana mengulangi pengalaman mimpi sadar seperti ini.

Soalnya, banyak hal yang tidak mungkin, dan yang terlarang – hehehe – yang mau saya lakukan di alam mimpi itu, sebelum ada undang-undang yang membatasi topik mimpi, siapa tahu … ;-)

Posting Pertama: Mengapa Blog Ini Ada?

Well, ini sedikit kronologisnya.

Sekitar sebulanan lalu saya "disuruh" (seharusnya tanpa tanda kutip;-)) kantor ikutan training Business Report Writing. Tentu saja, pikiran pertama adalah: ya ampun, males banget seeh. "Perasaan", saya sudah ikut training sejenis itu sekian banyak kali (di tempat-tempat kerja sebelumnya - walau tentu saja – yang dipelajari sudah lupa;-)). Apalagi belakangan saya tahu kalau training itu diselenggarakan dua kali di dua hari Sabtu, masing-masing seharian penuh lagi.

Komplit dah. Padahal, bukankah ungkapan "Thank God it's Friday" itu saja sudah menunjukkan kalau hari-hari kerja sudah cukup melelahkan? Enough is enough. If I work for another day, I'd die;-).

(Just for the record, betul aja saya muntah-muntah pas Sabtu sorenya; pengennya sih bilang muntah karena sebel, tapi nggak, saya cuma masuk angin aja koq;-)).

Tapi keingintahuan saya mengalahkan yang lain. Ada apa sih di training seperti itu?

Tapi 'kan materi training itu tidak relevan buat dijelaskan di sini;-). Yang saya akan ceritakan adalah justru saat saya mengikuti pre-tes (God, haree geenee masih ikut tes;-)) untuk training itu, di mana salah satu tugasnya adalah menulis esai singkat dengan topik: "Why do you think writing is important for you?".

Nah, di luar kegeregetan dan kegatelan saya untuk bilang bahwa "Writing is actually NOT important for me", saya memaksakan diri untuk benar-benar berpikir, apa sih gunanya nulis?

I came up with two answers (tidak sama persis dengan yang saya tulis pada saat tes itu, tapi beginilah kira-kira):

Pertama, menulis - berbeda dengan cara komunikasi yang lain seperti berbicara – memungkinkan kita untuk “mengabadikan” pikiran kita. Apa yang kita tulis hari ini punya kemungkinan untuk dibaca besok, atau bulan depan, tahun depan, satu dasawarsa atau bahkan satu abad ke depan: dan pikiran kita akan tetap terkomunikasikan secara konsisten. Ditambah potensi jangkauan kuantitas mau pun geografis: dengan bantuan medium seperti Internet, tulisan kita punya potensi dibaca oleh jutaan orang di seluruh dunia. Artinya, menulis punya leverage alias daya ungkit ke “dunia luar” yang sangat besar.

Kedua, menulis memaksa kita untuk berkomunikasi intensif dengan pikiran kita sendiri. Menulis – kita sadari atau tidak - melatih kita untuk menjadi “pengamat” atas pikiran kita sendiri. Sebagai pengamat pikiran, kita bisa menilai apakah yang kita pikirkan itu logis, terstruktur dengan baik, emosinya tersampaikan, dll, sehingga kita berusaha meningkatkan kualitas pikiran kita sebelum pikiran itu dinyatakan dalam serangkaian kalimat. Singkatnya, menulis membuat kita menjadi pemikir yang lebih baik. Kata orang, thinking leads to actions, and actions lead to results. Jadi dengan menjadi pemikir yang baik, kita punya peluang lebih besar menjadi orang yang bertindak dengan baik, dan pada akhirnya mencapai hasil yang lebih baik. Artinya, menulis punya leverage alias daya ungkit ke “dunia dalam” yang sangat besar.

Sehingga, kesimpulan yang saya tulis dalam tes itu adalah:

“Writing is NOT (just) important for me. Writing is VERY important.” (gedubrak!;-))

Nah, itulah dua alasan yang “bisa” menjadi dasar kenapa saya membuat blog ini.

Kenapa “bisa”?

Karena alasan sebenarnya BUKAN itu. Hehehe.

Dengan blog ini, saya ingin menjembatani pikiran saya dan pikiran banyak orang lain mengenai berbagai permasalahan yang kita hadapi sebagai individu mau pun sebagai (kelompok-kelompok) masyarakat.

(Gile, alasan yang “menjijikkan” bukan? It’s such a big, hairy, audacious goal. Well hey, so was JFK’s plan to land a man on the moon.)

Permasalahan yang akan saya bahas di blog ini saya batasi hanya tiga, yaitu tentang belajar, bermain, dan bekerja. Ya, betul, cuma tiga. Lagian, emangnya ada permasalahan lain? Kalau toh Anda “merasa” punya ide permasalahan lain di luar ketiga hal di atas, sebutlah masalah X, saya ‘kan bisa menulisnya sebagai “Belajar Mengatasi Masalah X”, atau “Bermain-main dengan Masalah X”, atau “Bekerja Mengatasi Masalah X”.

SWGTL: So What Gitu Loh?

Begitulah;-).